Kenaikan harga BBM dan datangnya bulan puasa turut berimbas pada harga-harga bahan makanan pokok yang kian melambung.  Hal ini juga ikut mempengaruhi pemenuhan kebutuhan gizi keluarga.  Bila biasanya menu daging ayam dan sapi selalu ada dalam daftar menu harian, saat ini mungkin menu tersebut jarang dikonsumsi mengingat mahalnya harga daging saat ini.  Tapi anda tak perlu khawatir karena kita dapat melakukan substitusi menu. Untuk menyiasati mahalnya harga daging ayam dan sapi, kita dapat mengganti daging ayam dan sapi dengan sesama makanan sumber protein hewani lainnya, seperti ikan, telur, dsb. Makanan berprotein hewani juga dapat diganti dengan makanan berprotein nabati, seperti tempe, tahu, jamur, dsb.

Saat bulan Ramadhan, asupan gizi seimbang juga sangat diperlukan. Kebutuhan akan karbohidrat, protein, vitamin dan mineral harus cukup. Kebutuhan kalori orang dewasa adalah sebesar 25 kal/berat badan sampai 30 kal/berat badan .

Saat berpuasa, tubuh banyak kehilangan mineral dan vitamin. Oleh karena itu, pergunakanlah kesempatan  makan sahur sebaik-baiknya dengan memberi asupan dengan gizi seimbang bagi tubuh kita. Air putih juga harus dikonsumsi lebih banyak. Dengan demikian tubuh kita akan selalu fit meskipun harus menahan lapar dan haus dari waktu shubuh sampai magrib.

Pada saat berbuka puasa pun sebaiknya dibuka dengan konsumsi makanan-makanan yang manis. Saat berbuka, jangan langsung melahap habis semua makanan yang tersedia. Konsumsilah makanan-makanan yang mudah diserap oleh tubuh seperti kolak atau kurma. Saat berbuka puasa hindarilah makanan-makanan yang terlalu asam, pedas dan dingin. Hal ini karena setelah berpuasa, lambung kita membutuhkan makanan yang  netral. Saat berbuka puasa, pengontrolan asupan makanan juga harus dilakukan. Sayur mayur dan buah-buahan sebaiknya tetap harus ada dalam menu sahur dan buka puasa.

Bugar Saat Berpuasa Dengan Berolahraga

Puasa bukanlah halangan untuk  berolahraga. Kita bisa tetap berpuasa sekalipun sedang berpuasa.  Namun olahraga yang dilakukan bukan olahraga yang berat. Lakukanlah olahraga-olahraga yang ringan seperti jalan kaki, jogging, dan sebagainya. Tidak dianjurkan pula untuk berolahraga di pagi hari. Idealnya, saat berpuasa kita melakukan olahraga di sore hari menjelang berbuka puasa, sehingga elektrolit-elektrolit yang hilang bisa segera tergantikan saat berbuka puasa.  

Comments are closed.

%d bloggers like this: