Penyakit Ginjal Kronik (PGK) diderita oleh sekitar 10% penduduk di dunia dan juga merupakan penyakit yang berkembang pesat saat ini di Indonesia. Penderita Ginjal Kronik yang menjalani dialysis di dunia pada tahun 2010 sebanyak 2,6 juta orang dan diperkirakan akan meningkat menjadi 5,4 juta orang di tahun 2030. Menurut data Indonesia Renal Registry (Registri Ginjal Indonesia) tahun 2015, terjadi lonjakan yang sangat hebat penderita PGK yang menjalani hemodialisis ( cuci darah ) dari tahun 2007 – 2015. Data itu menunjukkan peningkatan dari sekitar 5000 pasien manjadi sekitar 26 ribu atau terjadi peningkatan hingga lebih dari 6x lipat dalam kurun waktu 8 tahun. Sedangakan pasien aktif yang menjalani cuci darah di akhir tahun 2015 mencapai 34 ribu orang. Peranan BPJS – JKN juga memudahkan akses penderita PGK untuk  menjalani hemodialisis sehingga jumlah penderita semakin melonjak.

Setiap tahun 2006 yaitu hari Kamis kedua bulan Maret diperingati sebagai Hari Ginjal Sedunia (World Kidney Daya). Tahun ini jatuh tanggal 9 Maret 2017. Tema peringatan WKD tahun ini adalah Penyakit ginjal dan obesitas. Telah diketahui bahwa peyakit ginjal erat kaitannya dengan kegemukan (obesitas).

Fungsi Ginjal

Dalam praktek sehari-hari, ternyata banyak sekali masyarakat yang belum memahami fungsi ginjal, bahkan banyak yang belum mengetahui letak ginjalnya sendiri. Ginjal atau dikenal juga sebagai buah pinggang terletak di kedua pinggang kita ( bukan di panggul atau di bokong ), bila kita raba ulang iga terbawah agak ke belakang kira-kira di situlah letak ginjal. Ginjal merupakan organ tubuh yang memiliki banyak fungsi yang sangat penting bagi tubuh kita.

  1. Membersihkan racun – racun dari darah kita

Tubuh setiap saat menghasilkan racun dan sisa metabolit yang akan disaring dan dikeluarkan oleh ginjal sehingga tubuh selalu dalam keadaan sehat karena racunnya sangat minimal. Parameter yang dipakai diantaranya adalah ureum / BUN, kreatinin dan asam urat.

  1. Mengatur volume cairan dalam tubuh

Keseimbangan cairan dalam tubuh kita harus tetap baik sehingga tubuh menjadi bengkak karena kelebihan air ataupun kering karena kekurangan air. Di saat tubuh mengalami kelebihan air, misal karena kita banyak minum, ginjal akan memproduksi lebih banyak urin namun sebaliknya saat kekurangan air seperti saat puasa dan olahraga, ginjal akan menurunkan produksi urin sehingga tubuh berada dalam keseimbangan darah.

  1. Mengatur tekanan darah

Fungsi ginjal sebagai pengatur tekanan darah banyak yang tidak disadari oleh masyarakat. Ginjal bekerja mengatur tekanan darah melalui mekanisme berbagai hormon seperti renin, angiotensin dan aldoseteron. Sistem tersebut akan mengatur berapa banyak volume air dan elektrolit dalam darah kita sehingga darah akan stabil sesuai kebutuhan.

  1. Mengatur keseimbangan asam-basa darah

Darah kita pada dasarnya sedikit basa dengan pH berkisar 7,35 – 7,45. Ginjal mengatur agar tingkat pH darah kita berada pada rentang tersebut dengan cara membuang kelebihan proton dan menahan bikarbonat atau sebaliknya sehingga metabolisme tubuh dapat berjalan dengan baik.

  1. Memproduksi berbagai hormon yang mengatur produksi sel darah merah dan tulang

Ginjal menghasilkan hormon eritropoetin yang berfungsi merangsang produksi sel darah merah sehingga kita tidak mengalami anemia. Ginjal berperan serta dalam produksi vitamin D yang akan bekerja sama dengan pengaturan kalsium dan tulang dalam darah.

Risiko Obesitas terhadap Penyakit Ginjal

Enam ratus orang di dunia mengalami penyakit obesitas dan 220 juta diantaranya adalah anak sekolah. Pola makan yang berlebihan dalam jumlah kalori serta kurangnya aktivitas sehari-hari termasuk olahraga menyebabkan seseorang menjadi mudah mengalami kegemukan obesitas berkaitan erat dengan risiko terjadinya diabetes, hipertensi, penyakit kardiovaskular serta batu ginjal. Obesitas akan meningkatkan risiko sindroma metabolik yaitu sekumpulan gejala yang terdiri dari kegemukan (Indeks masa tubu (IMT) lebih dari 25 kg/m2 untuk orang Asia, gangguan lemak darah (dislipidemia) serta lingkar perut lebih dari 90 cm untuk pria dan lebih dari 80 cm untuk wanita. Kegemukan akan menyebabkan penurunan sensivitas reseptor insulin di otot dan hati sehingga memudahkan seseorang menderita penyakit kencing manis (diabetes). Diabetes akan menyebabkan berbagai komplikasi yang berat diataranya kerusakan ginjal menahun atau PKG. Selain itu, penderita kegemukan akan cenderung mudah mengalami gangguan metababolisme lipid darah / lemak darah seperti trigiserida dan kolesterol sehingga terjadi peningkatan yang berisiko mengganggu fungsi normal pembuluh darah.

Penderita obesitas lebih berisiko megalami hipertensi (tekanan darah tinggi). Hipertensi yang tidak ditangani dengan baik akan menyebabkan komplikasi kerusakan organ target yaitu ginjal, jatung, otak dan mata. Penderita sindroma metabolik diketahui menunjukkan tingkat inflamasi yang lebih tinggi dari populasi sehat. Tingkat inflamasi yang tinggi akan menyebabkan percepatan sklerosis dan fibrosis dari jaringan ginjal sehingga menjadi penyakit ginjal kronik. Penyakit ginjal kronik merupakan suatu penyakit progresif yang ireversibel yang semakin lama diderita akan membutuhkan tindakan pengganti ginjal (TPG) yaitu cuci darah dan transplantasi ginjal.

Penderita obesitas mengalami risiko 83% lebih besar mengalami PKG daripada orang dengan berat badan normal. Obesitas meyebabkan ginjal bekerja lebih berat karena harus menyaring lebih banyak darah dan racun dari tubuh akibat banyaknya jumlah sel. Penderita obesitas menurut penelitian menunjukkan tingkat inflamasi yang lebih tinggi. Penderita obesitas menunjukkan risiko yang lebih tinggi terhadap gangguan endotel pembuluh darah.

Bagaimana mengenali penyakit ginjal dengan mudah?

Penyakit ginjal pada umumnya tidak menimbulkan rasa nyeri atau sakit sehingga sulit untuk mengetahui apakah ginjal anda sehat atau sakit. hanya pemeriksaan laboratoriaum sederhana dapat membantu mendeteksi penyakit ginjal secara dini seperti pemeriksaan urin (kencing) serta / BUN, dan kreatinin darah.

Gejala seperti jumlah urin harian yang berkurang atau menjadi lebih sedikit, kencing berbuih, kencing berdarah, kencing berpasir serta hipertensi merupakan gejala awal mencurigakan terhadap PGK. Rasa nyeri yang terkait ginjal bisa berupa nyeri pinggang dengan penyakit ginjal karena batu ginjal, tumor dan infeksi. Nyeri sekitar kandung kemih bawah lebih banyak menunjukkan pada infeksi saluran kemih (ISK) atau bahasa Sunda-nya jengjeuriheun, Jawa: Anyang-anyangan.

Bagaimana mencegah PKG?

WKD merekomendasikan 8 langkah emas mencegah penyakit ginjal:

  1. Tetap fit dan aktif

Aktivitas yang baik termasuk olahraga yang cukup akan ikut menjaga kesehatan ginjal anda. Berjalan kaki lebih banyak, kurangi naik kendaraan, kurangi pemakaian lift dan eskalator merupakan hal sederhana yang dapat anda lakukan sehari-hari. Olahraga rutin 3-5 kali perminggu dengan target denyut jantung sesuai usia atau mudahnya bila anda berolahraga dan anda berkeringat cukup banyak serta denyut nadi meningkat secara teratur dalam waktu minimal 30 menit

  1. Kontrol gula darah anda

Periksakan gula darah bila anda berisiko diabetes seperti obesitas dan faktor keturunan. Datangi pusat layanan kesehatan atau dokter langganan anda.

  1. Monitor tekanan darah

Lakukan pemeriksaan tekanan darah secara teratur. Bila anda tidak memiliki hipertensi sebelumnya melakukan pemeriksaan 6-12 bulan sekali namun bila anda berisiko hipertensi karena keturunan, diabetes, kegemukan, usia tua lakukan pemeriksaan tekanan darah lebih sering misal sebulan sekali. Bila anda pernah dideteksi hipertensi ataupun sedang dalam pengobatan hipertensi lakukan pemeriksaan lebih sering bila perlu setiap hari. Jaga tekanan darah selalu kurang dari 140/90 mmHg.

  1. Makanan sehat dan jaga berat badan

Jagalah makanan kira sehari-hari dengan menu yang sehat dan seimbang. Kalori yang cukup sesuai dengan berat badan ideal, protein sesuai kebutuhan serta vitamin dan elektrolit yang secukupnya. Hati-hati penggunaan garam dan lemak yang berlebihan, zat pengawet  makanan yang berbahaya seperti formalin, zat pewarna tekstil yang dipergunakan sebagai pewarna makanan. Jangan hanya mengejar kenikmatan di mulut, namun akan menyebabkan penumpukkan racun di dalam tubuh.

  1. Jaga minuman yang sehat

Air putih yang terjaga kualitasnya merupakan terbaik bagi tubuh kita. Jumlah yang cukup rata-rata diatas 1,5 liter dapat mempertahankan ginjal anda tetap sehat kecuali bagi yang memiliki penyakit ginjal atau jantung yang suka berlebihan air di tubuhnya maka jumlah air harus dibatasi.

  1. Jangan merokok

Kandungan racun dalam rokok sudah terbukti dapat menyebabkan gangguan pembuluh darah dan jantung serta gangguan ginjal menahun.

  1. Hati –hati penggunaan obat bebas

Pengguanan obat yang dijual bebas harus diawasi penggunaannya bersama dokter anda dan hati-hati penggunaan pil-pil setelan, jamu dan herbal.

  1. Periksa fungsi ginjal secara teratur

Apalagi bila anda memiliki risiko : diabetes, hipertensi, obesitas, keturunan / keluarga berpenyakit ginjal serta ras Afrika, Asia dan Aborigin.

 

Quote of the day: Terlalu banyak enak di mulut jadi racun di perut, terlalu banyak nikmat akan membawa mudharat (kerusakan).

 

 

 

 

 

 

dr. H Rudi Supriyadi, M.Kes, SpPD-KGH, Finasim

Praktisi dan Peneliti Penyakit Ginjal dan Hipertensi

Departemen / SMF Ilmu Penyakit Dalam

Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran / RS. Dr. Hasan Sadikin

 

Comments are closed.

%d bloggers like this: