(07/10/2016). Gesya, bayi kembar dengan kelainan jantung yang mengalami operasi pemisahan meninggal dunia di ICU RSUP Dr. Hasan Sadikin pada 7 oktober 2016 pukul 06.10 WIB.

Setelah melalui operasi pemisahan, kondisi Gesya relatif stabil namun belum melalui masa kritis. Beberapa hari paska operasi Gesya mulai menunjukkan perburukan. Berbagai upaya telah dilakukan untuk memperbaiki kondisi Gesya, namun Allah SWT berkehendak lain, 10 hari paska operasi Gesya meninggal pada usia ke-96 hari.

“Kami atas nama Direktur RSHS menyampaiakan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Gesya. Setelah tim dokter mengupayakan yang terbaik agar kondisi Gesya membaik, namun pada akhirnya Gesya menghembuskan nafas terakhirnya hari ini pukul 06.10”, Ungkap Direktur Utama RSHS, dr. Ayi Djembarsari, MARS.

Berdasarkan keterangan anggota tim, dr. Ruli Herman Sitanggang, SpAn, KIC, M.Kes, paska operasi kondisi Gesya sempat stabil, sudah sadar dan merespon rangsangan dari luar, namun beberapa hari terakhir semakin mengalami penurunan, hingga pada akhirnya mengalami kegagalan organ mulai dari ginjal, saraf pusat, pernafasan kemudian jantungnya.

Sementara itu kondisi saudara kembarnya, Gisya, dr. Ruli menyampaikan kini semakin membaik. Hal yang sedang dilakukan sekarang adalah pemberian nutrisi serta pemantauan pada proses perkembangannya, fungsi pendengaran, penglihatan dan lain sebagainya. “Saat ini asupan nutrisi Gisya belum sepenuhnya melalui mulut, nanti setelah mampu menerima nutrisi melalui mulut dan perkembangannya semakin baik, dalam 1 sampai 2 minggu kedepan diperkirakan Gisya bisa pulang” jelasnya.

Gesya dan Gisya, bayi kembar siam asal Ciamis lahir melalui proses sectio cesarea di RSUD Ciamis pada 4 Juli 2016 dengan kondisi dempet di bagian dada sampai perut ( Conjoined twin omphalopagus ) termasuk organ bagian dalam yaitu liver, sementara organ dalam lain terpisah dan masing-masing memiliki. Salah satu bayi, Gesya, sejak lahir mengalami kelainan jantung, yaitu tetralogi of fallot (ToF). Dari hari ke hari Gesya mengalami Cyanotic spell, yaitu salah satu tanda/gejala yang sering ditemukan pada bayi dan anak dengan ToF yang menunjukkan tingkat keparahan pada aliran darah.  Kondisi ToF yang semakin sering inilah yang menjadi faktor dipercepatnya operasi satu minggu dari rencana semula hingga keduanya berhasil dipisahkan pada 27 September 2016.

 

 

Comments are closed.

%d bloggers like this: