20171003_122546

(3/10/2017). Belum lama ini berita mengenai Anisa Salim (14) asal Sumedang yang tidak sengaja menelan jarum pentul ramai menjadi perbincangan baik di media mainstream maupun di media sosial. Sejak masuk IGD RSUP dr. Hasan Sadikin pada 27 September 2017, Anisa menjalani perawatan hingga sekarang.IMG_0541

Setelah menjalani berbagai pemeriksaan, tim dokter memutuskan untuk melakukan tindakan dengan alat Bronkoskopi dan ekstraktor pada Kamis, 5 Oktober 2017. Tindakan ini merupakan tindakan visualisasi trakea dan bronkus untuk mengambil jarum pada bronkus pasien dengan menggunakan narkose / bius umum. Saat ini kondisi pasien secara umum baik dan dinyatakan siap untuk dilakukan operasi.

Kepada awak media, Direktur Medik & Keperawatan RSHS, dr. Nucki Nursjamsi Hidajat, dr. Sp.OT(K), M.Kes, FICS menyampaikan, tingkat keberhasilannya mencapai sekitar 80-90%, namun masih memiliki banyak risiko. “Memang tingkat keberhasilan tindakan ini besar, tetapi kita tidak tahu pasien Anisa masuk ke yang 80-90% atau masuk ke yang 20-10%, untuk itulah kami mengupayakan persiapan yang terbaik agar hasilnya maksimal,” Terang dr. Nucki.

Terkait risiko yang dapat terjadi, Dokter Penanggungjawab Pasien Anisa, dr. Agung Dinasti Permana,SpTHT-KL.,M.Kes menjelaskan, ada beberapa risiko, salah satunya adalah bila jarumnya tidak terangkat. Namun, untuk mengantisipasi hal tersebut, tim yang terdiri dari Dokter THT-KL, Bedah Toraks dan Anestesi ini telah menyiapkan operasi Bedah Toraks.

Peristiwa tertelannya jarum pentul memang membahayakan, tetapi tidak tergolong kepada kasus yang harus dilakukan saat itu juga. Oleh karena itu, tim dokter dapat memaksimalkan persiapan, sehingga keselamatan pasien dapat terjaga.

 

Informasi selanjutnya dapat menghubungi Subbagian Humas & Protokoler RSHS 022 255 1101, email: [email protected]

 

 

 

 

Comments are closed.