Bulan Ramadhan telah kita jalani selama beberapa hari, namun diantara individu yang berpuasa mungkin ada yang mengalami sedikit kendala diantaranya sering merasa mual atau cepat lapar sehingga kurang bersemangat dalam beraktivitas. Kepala Instalasi Gizi RSHS, Asep Ahmad Munawar, S.KM, M.KM membagikan tips agar tetap bugar saat berpuasa.

Saat berpuasa, perut akan kosong selama kurang lebih 14 jam. Energi yang biasanya diolah menjadi tenaga tidak didapatkan saat berpuasa, maka tidak heran jika orang yang sedang berpuasa merasa lemas. Untuk menyiasatinya, menurut Asep, usahakan mengonsumsi protein saat makan sahur, terutama protein hewani. Hal ini dikarenakan protein merupakan zat makanan yang lebih lama diolah organ pencernaan dibanding zat makanan lain. “Pada dasarnya, yang harus dikonsumsi saat sahur adalah gizi seimbang. Namun yang paling disarankan adalah protein. Dengan mengonsumsi protein saat sahur, energi yang diolah akan tahan lama sehingga orang yang berpuasa tidak terlalu cepat merasakan lapar”, Jelasnya.

Protein merupakan salah satu kelompok bahan makronutrien. Tidak seperti bahan makronutrien lain (lemak dan karbohidrat), protein ini mempunyai peranan lebih penting dalam pembentukan biomolekul daripada sumber energi.

Sumber makanan yang mengandung protein hewani diantaranya daging, telur, dan ikan, adapun sumber protein nabati diantaranya kacang-kacangan dengan makanan olahan tempe, tahu dan lain sebagainya.

Disarankan juga sahur dengan menu sayuran dan buah-buahan. Serat pada sayuran dan buah-buahan relatif lama untuk dicerna tubuh sehingga membuat individu merasa kenyang lebih lama. Serat juga baik bagi proses pnurunan berat badan dengan menghindarkan adanya endapan lemak pada tubuh.

Cara makan sahur yang disarankan adalah mengakhirkan makan sahur, sesuai sunnah Rasul. Porsi yang dikonsumsi juga tidak boleh berlebihan. Minum air putih dengan jumlah sekitar 8 gelas setiap harinya. Kebutuhan akan karbohidrat, protein, vitamin dan mineral harus cukup. Kebutuhan kalori orang dewasa adalah sebesar 25 kal-30 kal/berat badan. “Sebagai masyarakat awam, barangkali sulit mengukur besaran makanan menurut kalori yang diperlukan tubuh, untuk memudahkan masyarakat, cukup biasakan cara makan Rasulullah, yaitu dengan tidak makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang” Tambahnya.

Selain makanan yang disarankan, Asep juga menjelaskan beberapa makanan yang sebaiknya dihindari, diantaranya makanan yang mengandung zat pengawet dan makanan pedas karena akan meningkatkan asam lambung dan menimbulkan rasa mual. Agar individu merasa kenyang lebih lama, hindari makanan yang mengandung karbohidrat murni seperti gula, madu, serta makanan olahannya seperti kecap, coklat dll. Karbohidrat murni cepat dicerna tubuh dan diolah menjadi energi sehingga orang yang berpuasa menjadi lebih cepat merasa lapar dan lemas.

Sebaliknya, saat berbuka puasa dianjurkan mengonsumsi karbohidarat murni karena dengan cepat dapat mengembalikan energi yang  telah hilang sehingga dapat melakukan aktivitas ibadah seperti shalat tarawih dengan bugar. (Humas RSHS)

 

 

Comments are closed.

%d bloggers like this: