GIZI DAN PERKEMBANGAN KECERDASAN ANAK

 Julistio Djais, dr, SpA(K), MKes

 Seorang bayi mungil lahir, ia merupakan seorang mahluk yang tidak mandiri yang membutuhkan asuhan dan juga merupakan haknya untuk dapat tumbuh kembang dengan optimal sehinggal suatu saat menjadi mahluk dewasa yang berkualitas.  Tumbuh kembang yang dialaminya adalah suatu proses perubahan biologis, psikologis dan emosional yang terjadi sejak lahir sampai remaja, perubahan dari ketergantungan menjadi kemandirian. Berbagai faktor mempengaruhi proses ini, mencakup genetik, gizi, kesehatan dan stimulasi yang diberikan oleh lingkungan hidupnya.

Dikenal beberapa pembagian periode usia perkembangan anak, antara lain yang banyak dianut:

  1. Bayi baru lahir (newborn): usia 0 – 4  minggu
  2. Bayi: usia 4 minggu – 1 tahun
  3. Toddler: usia 1 – 3 tahun
  4. Prasekolah: usia 4 – 6 tahun
  5. Anak usia Sekolah: usia 6 – 12 tahun
  6. Remaja (adolescent): usia 13 – 20 tahun

Dalam perkembangan bayi, dikenal 3 kelompok perkembangan yang saling mempengaruhi dan berkaitan, yaitu perkembangan fisik, perkembangan kognitif, dan perkembangan emosional. Perkembangan kognitif ini yang dimaksud dengan perkembangan kecerdasan anak.Perkembangan kognitif yang mempengaruhi tingkat kecerdasan anak mempunyai beberapa tahap:

Sensorimotor stage: periode antara lahir sampai 2 tahun , dimana pemahaman bayi mengenai lingkungan masih terbatas pada persepsi sensoris dan aktivitas motoriknya. Perilaku yang tampak merupakan respons motorik sederhana terhadap stimuli sensoris.

Yang menarik, ketika bayi mencapai usia 7 – 9  bulan, ia mulai mengembangkan yang dinamakan object permanence.  Ia mulai mempunyai kemampuan untuk mengerti bahwa objek tetap ada walau tidak terlihat. Sebagai contoh bila mainan favoritnya disembunyikan dibawah selimut, meskipun dia tidak dapat melihat dia akan berusaha mencari di bawah selimut.

Preoperational stage: periode antara usia 2 – 6 tahun dimana anak belajar menggunakan bahasa. Pada tahap ini anak belum mengerti logika, belum dapat dimanipulasi dengan informasi dan belum dapat melihat dari sisi orang lain.

Anak mulai menganalisis simbol, khususnya kata dan bentuk/gambar. Disebut preoperasional karena saat ini anak belum mampu mengoperasikan aspek kognitif spesifik, seperti hitungan matematik. Sebagai tambahan untuk penggunaan simbol, anak suka berpura-pura memainkan peran seorang tokoh seperti superman, guru dan lain-lain.

Concrete Operational stage: periode antara 7 – 11 tahun, dimana anak mulai memahami operasi kognitif, anak mulai berpikir logis tentang kejadian nyata, tapi masih susah memahami konsep abstrak atau yang berkaitan. Dalam analisis simbol, ia sudah mampu memahami arti  beberapa simbol tokoh dan mampu berganti-ganti dalam aksi meniru berbagai simbol tokoh tokoh tersebut.

Formal Operational stage: periode antara usia 12 tahun sampai dewasa, dimana anak mulai mengembangkan kemampuan berpikir tentang konsep abstrak, kemampuan berpikir logis, mencari alasan rasional, dan membuat rencana yang sistematis.

Peran gizi dalam perkembangan kecerdasan anak sangat penting khususnya dalam 1000 hari pertama kehidupan anak. Yang dimaksud dalam 1000 hari adalah dari saat konsepsi sampai usia 2 tahun. Perkembangan optimal perlu didahului oleh terjadinya pertumbuhan otak bayi yang optimal. Pertumbuhan otak bayi berlangsung dengan cepat pada saat dalam kandungan sampai tahun-tahun pertama kehidupan bayi. Pada saat ini, zat gizi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan otak harus terpenuhi dengan memadai. Ini berarti untuk perkembangan kecerdasan anak, yang paling penting adalah terpenuhinya kebutuhan makan saat ibu hamil dan menyusui dan bayi di tahun pertama.

Zat gizi dibutuhkan untuk pertumbuhan dari axon, dendrite, pembentukan synaps, dan lapisan axon yang disebut myelin, yang merupakan lapisan lemak untuk mempercepat perjalanan impuls syaraf. Kekurangan energy, protein, asam lemak khususnya asam lemak tak jenuh rantai panjang AA dan DHA, dan beberapa mineral khusus seperti  zat besi, yodium, zinc, kalsium, asam folat dan vitamin A dapat mengganggu proses ini.

Selain gizi yang adekuat yang dibutuhkan untuk pertumbuhan optimal otak, untuk perkembangan kecerdasan bayi juga diperlukan stimulasi yang sesuai sehingga synaps-synaps berkembang dengan baik. Dikenal periode kritis dan periode sensitive pada bayi. Periode kritis berlangsung sampai bayi berusia 1 tahun, dimana dibutuhkan kecukupan zat gizi untuk pertumbuhan otak bayi dan periode sensitive sampai usia 3 tahun dimana pentingnya stimulasi yang sesuai dalam mengembangkan synaps-synaps dalam otak bayi.

Otak bayi baru lahir  mempunyai synaps yang lebih banyak dari dewasa olehkarena overproduksi dari synaps (synaptogenesis). Bila bayi tidak mengalami stimulasi yang memadai, maka synaps tidak terpakai dan terjadi reduksi synaps. Hal ini dikenal dengan istilah proses blooming dan pruning.

Jenis stimulasi yang dibutuhkan bayi untuk berkembang dengan optimal bervariasi waktunya, seperti terlihat di gambar di bawah.

Anjuran khusus bagi zat gizi untuk pertumbuhan otak:

Ibu hamil dan menyusui:

Energi sejak trimester ke 2 perlu ditingkatkan yang didapat dari makanan yang berlemak, mengandung karbohidart tinggi seperti nasi, roti, kentang, mie, dan yang mengandung protein baik hewani dan tumbuh-tumbuhan.

Protein ditingkatkan dengan menambah konsumsi protein hewani seperti ayam, ikan, daging, telur, susu dan protein nabati yaitu dari kacang-kacangan

Sumber vitamin A dapat diambil dari hati, telur, sayuran dan buah berwarna kuning, sayuran berwarna hijau, minyak da produk lain yang difortifikasi

Zat besi yang berasal dari hewani didapat dari daging berwarna merah, unggas, ikan, makanan yang difortifikasi, kacang-kacangan dan daun sayuran berwarna hijau

Asam folat banyak ditemukan dalam daun sayuran berwarna hijau, kacang-kacangan, dan hati

Yodium didapat dari makanan laut dan garam yang difortifikasi

Kalsium di dapat dari susu atau produk susu, ikan keseluruhan yang dimakan bersamaan dengan tulangnya, daun berwarna hijau.

Bayi:

Makanan bayi terbaik sampai saat ini adalah ASI eksklusif, tentunya yang berasal dari ibu menyusui dengan gizi baik.

 

Comments are closed.

%d bloggers like this: