Kamis, 17 November 2011, Integrated Management for Prevention and Control & Treatment of HIV/AIDS (IMPATC), FK UNPAD, RSHS, dan berbagai elemen terkait menyelenggarakan event closing program IMPACT bersama RSHS dan FK UNPAD yang telah berjalan selama 5 tahun. Dalam kegiatan ini juga diselenggarakan simposium tentang IMPACT.

Mr. Colin Crooks, wakil kepala Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, Brunei Darussalam dan ASEAN menyebutkan, “Uni Eropa (UE) dan Indonesia mengakui adanya ancaman yang terus menerus yang diakibatkan oleh HIV pada kesehatan masyarakat kita. Kebutuhan untuk bekerja bersama-sama untuk mengatasi ancaman karena HIV sudah sangat jelas. UE terus mendukung negara-negara berkembang untuk pengendalian epidemi HIV dengan kontribusi hampir 60% dana untuk Global Fund for AIDS, Tubercolosis dan Malaria dimana Indonesia mendapatkan manfaat lebih dari USD 150 juta untuk pengendalian HIV.”

Program IMPACT yang didukung oleh UE, membangun kemitraan yang kuat antara Universitas Padjajaran dan RS Hasan Sadikin (RSHS) di Bandung dengan tiga universitas di Eropa (Radboud) Nijmegen, Antwerp Belgium dan Maastricht). Program ini mengembangkan dan mengimplementasikan pendekatan berbasis bukti, untuk menentukan apa yang sesuai dan berhasil dalam pencegahan dan perawatan HIV di sekolah, rumah sakit, masyarakat dan lembaga pemasyarakatan (Lapas).

“Capaian program ini sangat berperan penting dalam membangun sistem yang lebih kuat untuk pengendalian HIV di Indonesia, dan khususnya di Bandung/Jawa Barat. Hal ini juga menempatkan Indonesia dalam posisi yang lebih baik untuk mencapai Millenium Development Goals (MDG) 6 untuk mencapai akses universal bagi pengobatan HIV/AIDS dan menghambat penyebarannya pada tahun 2015” kata Dr Lucas Pinxten, Program Manager IMPACT.

Selama 5 tahun, IMPACT telah berhasil meningkatkan layanan komprehensif di 2 klinik RSHS; Klinik Teratai dan Klinik Metadon, juga memperkuat layanan laboratorium dan perawat untuk pasien HIV/AIDS di Rumah Sakit, Puskesmas dan Lapas Narkotika Banceuy. Pada area pencegahan, IMPACT mengembangkan dan menerapkan pendidikan pencegahan penyalahgunaan narkoba, pendidikan kesehatan reproduksi dan keterampilan hidup terkait HIV-AIDS, sebagai sebuah kurikulum pencegahan yang efektif di Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“IMPACT telah memberikan kesempatan bagi dosen dan peneliti di Fakultas untuk meningkatkan kapasitas mereka dalam melakukan penelitian yang lebih baik dalam bidang HIV, TB dan infeksi oportunistik lainnya. Beberapa diantaranya telah menyelesaikan program master dan doktoral di Eropa dan Indonesia. Hal ini juga meningkatkan praktik layanan di Klinik Teratai dan Klinik Metadon di RSHS” ujar dr. Bachti alisjahbana, Kepala Unit Penelitian Kesehatan, Fakultas Kedokteran UNPAD.

Comments are closed.

%d bloggers like this: