RSHS, (16/7), Tim medis RSHS berhasil melakukan operasi implantasi koklea atau rumah siput pertama di Jawa Barat. Operasi ini dilakukan pada Amelia Salsabila (4) penderita tuna rungu berat pada kedua telinga.

Implantasi koklea adalah prosedur penanganan elektroda pembantu mendengar yang dilakukan melalui tindakan opeasi pada tulang temporal yang diperuntukan bagi penderita tuna rungu yang tidak memperoleh manfaat dengan alat bantu dengar biasa.

Dr. Ratna, Kepala Bagian THT-KL RSHS mengatakan, kasus koklea pada anak beberapa tahun terakhir mencapat 1-3 dari 1000 kelahiran. “Kasus koklea (rumah siput) tidak bias ditangani oleh alat bantu dengar biasa seperti kerusakan/gangguan dengar lainnya. Oleh karena itu implantasi ini dapat sangat membantu pasien untuk dapat mendengar dan berbicara”, tambahnya.

Koklea adalah organ pendengaran yang berfungsi mengirim getaran listrik ke saraf pendengaran dan otak. Suara (getaran mekanik) ditangkap oleh daun telinga kemudian diantarkan ke tulang-tulang pendengaran serta mengalami proses transduksi (perubahan getaran mekanik menjadi implus listrik) di rumah siput/telinga dalam.

Operasi koklea merupakan tindakan penanaman elektroda untuk organ pendengaran yang berisi saraf-saraf pendengaran. Elektroda inilah yang  menggantikan fungsi koklea yang mengalami kerusakan.

Operasi ini dapat dilaksanakan pada semua usia tetapi operasi pada pasien dibawah tiga tahun dapat memberikan hasil lebih optimal dengan tujuan anak penyandang tuna rungu dapat bersekolah di sekolah biasa (main streaming). Dengan teknik operasi ini, kualitas anak dengan gangguan dengar sejak lahir dapat ditingkatkan.

Namun, operasi ini bukanlah satu-satunya tindakan agar anak dapat mendengar dan berbicara dengan normal. Setelah operasi, masih ada tahapan selanjutnya hingga anak dapat berbicara. Tahapan yang dimaksud adalah swich on, mapping, dan auditory verbal therapy. Menurun pengalaman, ketiga tahapan itu dijalani pasien selama kurang lebih 2 tahun tergantung berbagai faktor seperti keadaan psikologis anak, tingkat intelelejensia  anak.

Comments are closed.

%d bloggers like this: