Pasien yang akan menjalani terapi radiasi tidak akan merasa sakit, tetapi ada efek samping yang bersifat sementara akibat penyinaran. Berikut ini pedoman untuk mengurangi ketidaknyamanan selama penyinaran:

KULIT

– Sesudah beberapa minggu setelah penyinaran akan timbul kemerahan pada kulit di daerah penyinaran yang kadang-kadang dapat menyebabkan kulit kasar dan melepuh

– Jangan gunakan sembarang salep. Mintalah petunjuk dokter untuk mengatasinya

– Selama penyinaran jangan memakai kemeja berkerah dan jangan terkena cahaya matahari langsung

– Jangan memakai minyak wangi, make up atau cairan pasca cukur

– Reaksi kulit akan menyembuh sekitar 2 minggu setelah terapi selesai

 

KERONGKONGAN DAN RONGGA MULUT

Rongga mulut dan kerongkongan akan menjadi merah, kering dan nyeri yang dapat menimbulkan luka. Juga akan timbul hilangnya cita rasa selain sukar makan dan minum. Upaya-upaya untuk mengurangi efek samping:

– Jangan merokok, minuman beralkohol, makanan yang panas dan pedas

– Minum air yang banyak (kurang lebih 2 liter/hari)

– Bila sukar makan, usahakan makan lunak atau diganti dengan cairan suplemen (seperti susu-susu tambahan)

– Kalau suara menjadi parau, lakukan latihan berbicara secara perlahan

– Obat-obatan hanya digunakan untuk mengurangi efek samping

KESEHATAN / KEBERSIHAN GIGI GELIGI

– Sikat gigi sesudah makan secara rutin dengan sikat gigi yang lunak serta kumur-kumur dengan cairan antiseptik

– Secara rutin konsultasi ke dokter gigi

– Informasikan pada dokter gigi bahwa pasien sedang menjalani radiasi di rongga mulut

– Pencabutan gigi segera sesudah radiasi di rongga mulut tidak dianjurkan

MENCUKUR

– Jangan memakai pisau cukur karena akan melukai kulit

– Pakai alat cukur elektrik

– Jangan menggunakan cairan pasca cukur

XEROSTOMIA

xerostomia adalah keadaan dimana mulut kering, gejala xerostomia akan timbul bila radiasi meliputi daerah ronggan mulut. Derajat kekeringan bervariasi dari ringan sampai berat. Xerostomia dapat disebabkan oleh banyak faktor, antara lain:

– Terapi radiasi di daerah kepala dan leher

– Perasi pengangkatan kelenjar liur

– Beberapa obat-obat kemoterapi

– Infeksi rongga mulut

– Obat-obatan seperti obat anti diabetes

Tindakan untung mengurangi gejala xerostomia:

1. Mempertahankan kesehatan rongga mulut dengan baik

– Sikat gigi setelah makan dan sebelum tidur

– Gunakan sikat gigi berbulu lunak dan menyikat secara baik dan benar

2. Sering berkumur dengan air garam (campurkan setengah sendok teh garam kedalam air 250 cc)

– Kumur-kumur setiap 2 jam atau sesering mungkin. Keadaan ini akan menjaga rongga mulut tetap basah dan membantu mencairkan air liur yang kental

– Hindari obat kumur yang mengandung alkohol, detegen, atau pengharum karena akan memperberat keringnya mulut dan melukai rongga mulut.

3. Gunakan gel fluorida bila perlu

4. Bila memakai gigi palsu:

– Pastikan gigi selalu bersih

– Pastikan gigi palsu terpasang dengan baik

– Lepas gigi palsu pada saat penyinaran dan tidur

Bagaimana menangani Xerostomia

1. Sering berkumpul dan banyak minum air dan air jeruk nipis/citrun untuk membantu pengecekan air liur kental

2. Perawatan mulut sebelum dan sesudah makan serta pada saat akan tidur

3. Rubah pola makan dengan makanan yang disesuaikan

– Pilih makanan yang lunak dan berkuah

– Hindari makanan yang bergetah dan banyak bumbu

– Perbanyak cairan selama makan

– Hindari minuman beralkohol atau mengandung soda

4. Hisap gula-gula dengan rasa asam manis atau kunyah permen karet

5. Licinkan rongga mulut dengan memakai pengganti saliva atau 1 sendok teh minyak zaitun atau sepotong mentega

6. Gunakan lipstik pembasah untuk mencegah bibir kering dan bercelah

7. Obat-obatan seperti Pilocarpine dapat merangsang pembentukan air liur

 

 

 

 

 

Comments are closed.

%d bloggers like this: