Dalam lingkungan alam sekitar kita banyak mengandung sumber-sumber penyakit berupa virus, protozoa, jamur, cacing kutu bahkan serangga (nyamuk eades aegypti). Pembawa penyakit ini bisa terdapat diudara bebas, di tempat-tempat lembab, bahkan di hewan peliharaan. Ada bebera cara penyebaran virus/bakteri. Yaitu melalui udara, makananan/minuman serta melalui darah dan berhubungan seks.

Pembawa penyakit ini dapat dicegah jika kita melakukan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Berbagai literatur banyak membahas akan PHBS ini. Hal ini penting agar masyarakat dapat menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungannya sehingga terhindar dari berbagai penyakit yang dapat menyengsarakan rakyat dan menurunkan tingkat produktifitas.

Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) RSHS memiliki program yang komprehensif untuk penanggulangan infeksi di rumah sakit, baik bagi petugas medis, mapun pagi pegawai administrasi. Sebagai edukasi bagi pegawai dan masyarakat pengunjung RSHS, Komite PPI mensosialisasikan sebuah penerapan pencegahan dan pengendalian infeksi dalam kehidupan hari.

Program yang disosialisasikan mulai dari 6 langkah mencuci tangan yang baik menurut World Health Organization (WHO), 5 waktu penting melakukan cuci tangan di lingkungan rumah sakit, Manfaat melakukan cuci tangan, 5 waktu penting melakukan cuci tangan sehari-hari, etiket batuk, sampai ke pemisahan limbah/sampah.

6 Langkah Cuci Tangan Menurut WHO

Cara mencuci tangan menggunakan air & sabun antiseptik yang baik adalah: basuh tangan dengan air; tuangka sabun secukupnya; ratakan dengan kedua telapak tangan; gosok punggung dan sela-sela jari tangan kiri dengan tangan kanan dan sebaliknya; gosok kedua telapak dan sela-sela jari; jari-jari sisi dalam kedua tangan saling mengunci; gosok ibu jari kiri berputar dalam genggaman tangan kanan dan lakukan sebaliknya; gosokan dengan memutar ujung jari-jari tangan kanan di telapak tangan kiri dan sebaliknya; bilas kedua tangan dengan air; keringkan dengan handuk sekali pakai sampai benar-benar kering; gunakan handuk tersebut untuk menutup kran, dan tangan anda sudah aman dan bersih.

Adapun 6 langkah mencuci tangan menggunakan antiseptik berbasis alkohol dimulai dari menuangkan cairan pencuci tangan yang berbasis alkohol; dilanjutkan dengan meratakan cairan di kedua telapak tangan tiga kali putaran; gosok punggung tangan kanan dan kiri bergantian 3 kali; gosok telapak dan sela-sela jari tangan 3 kali; kuncikan dan gosok kedua jari-jari tangan 3 kali dan dengan 20-30 detik kedua tangan telah bersih dan dapat melanjutkan aktifitas.

Lima waktu penting untuk melakukan cuci tangan di rumah sakit adalah sebelum kontak dengan pasien, sebelum tindakan asepsis, setelah terkena cairan tubuh pasien, setelah kontak dengan pasien, dan setelah kontak dengan lingkungan sekitar pasien.

Sedangkan lima waktu penting melakukan cuci tangan sehari-hari diantaranya sebelum memasukkan makanan ke dalam mulut, sebelum megolah makanan, sebelum memegang bayi, setelah menceboki anak, setelah buang air kecil (BAK) dan buang air besar (BAB).

Manfaat dari cuci tangan yang utama adalah untuk pencegahan dan pengendalian infeksi, menciptakan lingkunga yang aman, pelayanan kesehatan menjadi aman dan masih banyak manfaat lain.

Etiket Batuk

Selain dengan mencuci tangan, pengendalian dan pencegahan infeksi dapat dilakukan dengan menerapkan etiket batuk. Jika kita batuk, hal yang harus diperhatikan adalah menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin menggunakan tisu dan buang ke tempat sampah (kuning) bila telah terkena sekret saluran napas, lakukan cuci tangan dengan sabun & air mengalir; gunakan masker saat flu/batuk pilek; dan jika tidak ada tisu ataupun masker, gunakan pangkal lengan atas untuk menutupnya. Beberapa hal yang kurang tepat dilakukan adalah saat batuk/bersin tidak ditutup, menutup batuk/bersin dengan tangan terkepal dan menutup batuk/bersin dengan tangan terbuka.

Pemisahan Limbah/Sampah

Memisahkan limbah/sampah infeksius dan noninfeksius berbeda. Bagi sampah infeksius seperti balutan, injeksi, infus, cateter, botol & selang infus, masker & sarung tangan, diapers/pembalut wanita, tisu bekas sekret (dahak & ingus) dan lain sebagainya harus dimasukkan ke tempat sampah khusus infeksius. Di RSHS sampah infeksius dibuang ke kantong plastik kuning.

Adapun sampah non infeksius yaitu sampah yang tidak terkena dengan darah dan cairan tubuh, kertas/tisu, makanan, kaleng minuman, bungkus obat dan kemasan dibuang ke kantong plastik hitam.

Untuk menghindari kontak langsung dengan tangan, tempat sampah infeksius dan non infeksius harus tertutup dan di buka dengan pedal kaki.

Comments are closed.

%d bloggers like this: