Arnengsih, Sp.KFR., MMRS.

KSM/Departemen Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi

RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung/Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

 

Osteoarthritis (OA) atau pengapuran sendi lutut adalah suatu penyakit kronis yang mengenai sendi dan tulang di sekitar sendi lutut. Penyakit ini umumnya terjadi karena proses penuaan yang mengakibatkan sendi menjadi aus atau rusak. Pada OA, tulang rawan di antara tulang-tulang sendi mengalami kerusakan. Hal ini menyebabkan tulang yang terkena perlahan menjadi lebih besar. Permukaan tulang pada sendi tersebut saling beradu sehingga timbul rasa nyeri, bengkak dan kaku. Sendi yang sering terkena OA adalah sendi yang biasa digunakan seperti tangan dan tulang belakang, dan sendi yang menahan berat badan seperti pinggul dan lutut.

Gejala OA meliputi:

  1. Nyeri dan kekakuan sendi
  2. Bengkak menonjol di sendi
  3. Suara retak atau gerinda pada saat pergerakan sendi
  4. Fungsi sendi menurun (pergerakan sendi lutut menjadi terbatas)

Penyakit OA memengaruhi orang-orang dari semua ras dan jenis kelamin. Paling sering terjadi pada pasien usia 40 tahun ke atas. Proses OA terjadi lebih cepat jika Anda memiliki faktor risiko lainnya (hal-hal yang meningkatkan risiko terkena OA). Faktor risiko ini meliputi:

  1. Usia yang lebih tua
  2. Memiliki anggota keluarga dengan OA
  3. Kegemukan
  4. Trauma sendi sebelumnya atau penggunaan sendi berlebihan
  5. Kelainan bentuk sendi seperti panjang kaki yang tidak sama, lutut melengkung atau bengkok

Perlindungan sendi adalah pendekatan manajemen diri yang bertujuan untuk mempertahankan kemampuan fungsional melalui perubahan/adaptasi metode kerja dan pola pergerakan sendi yang terkena. Hal ini dapat membantu mengurangi rasa nyeri, peradangan dan tekanan pada sendi selama melakukan aktivitas sehari-hari dan dapat membantu menjaga keutuhan struktur sendi dalam jangka waktu yang lebih lama.

Prinsip umum perlindungan sendi adalah sebagai berikut:

  1. Hargai Rasa Nyeri

Pertama dan yang terpenting, Anda perlu mengenali sinyal tubuh. Jika Anda mengalami nyeri setelah beraktivitas, Anda harus mempertimbangkan bahwa Anda terlalu aktif atau melakukan aktivitas yang terlalu banyak. Jangan abaikan rasa nyeri dan hargai nyeri yang Anda rasakan. Untuk pasien radang sendi, berlaku “aturan 2-Jam” yang menyatakan bahwa jika Anda mengalami rasa nyeri lebih berat dibanding sebelumnya dua jam setelah Anda berolahraga, pertimbangkan untuk mengurangi lama dan beratnya olahraga berikutnya. Pada dasarnya, sesuaikan tingkat aktivitas Anda dengan tingkat nyeri.

  1. Hindari Kegiatan yang Merusak Sendi

Hindari aktivitas apa pun yang menyebabkan nyeri dan temukan cara yang lebih baik untuk menyelesaikan tugas. Jika berdiri menyebabkan nyeri, cobalah melakukan aktivitas sambil duduk. Juga, hindari mengangkat berat. Pada akhirnya, akal sehat Anda akan dapat menentukan kegiatan apa yang harus Anda hindari berdasarkan rasa nyeri yang dialami.

  1. Penggunaan Alat Bantu Aktivitas dan Modifikasi Lingkungan

Banyak alat yang dapat membantu Anda menyelesaikan tugas yang sulit dan menimbulkan nyeri. Alat pembersih dan sapu bergagang panjang, meninggikan dudukan toilet dan bangku shower, mengganti kursi dengan kursi yang membuat Anda lebih mudah berubah posisi dari duduk ke berdiri, mengatur rak untuk menyimpan barang-barang yang sering digunakan agar mudah dijangkau adalah beberapa contoh modifikasi yang mudah dilakukan atau dibuat untuk memudahkan aktivitas. Dengan menggunakan alat bantu, Anda mengurangi stres pada sendi Anda.

  1. Postur dan Mekanika Tubuh yang Benar Saat Beraktivitas

Lakukan cara yang tepat saat berdiri, duduk, membungkuk, meraih dan mengangkat sehingga dapat mengurangi tekanan pada sendi Anda.

Beberapa contoh mekanika tubuh yang benar adalah:

  1. Berdiri tegak. Saat Anda berdiri, tulang belikat ditarik ke belakang dengan kaki lurus dan bagian atas kepala Anda sejajar dengan langit-langit. Tarik pantat ke dalam sehingga panggul Anda tidak berputar ke belakang.
  2. Duduk tegak. Geser ke belakang saat Anda duduk sehingga bokong Anda sejajar dengan punggung kursi. Tegakkan bahu Anda dan sejajarkan dengan kepala seolah-olah seutas tali menariknya ke atas. Lutut harus berada pada sudut 90 ° dan tidak lebih rendah dari pinggul serta kaki rata ke tanah.
  3. Berjalan dengan baik. Dengan mempertahankan postur yang benar, Anda dapat menghemat energi sekaligus melindungi sendi Anda. Orang dengan kerusakan sendi seperti OA mungkin tidak dapat mempertahankan posisi tegak saat berjalan, tetapi semua orang harus berjalan tegak dan bergerak secara teratur.
  4. Mengangkat dengan hati-hati. Setiap kali Anda harus mengangkat benda berat, tekuk pinggul dan lutut. Jangan hanya membungkuk dari pinggang. Jika Anda membungkuk, punggung Anda berada dalam posisi yang lebih berbahaya dan tidak mampu menopang berat tambahan.
  5. Hindari Diam pada Satu Posisi dalam Waktu Lama

Diam dalam posisi yang sama untuk waktu yang lama dapat menyebabkan persendian menjadi kaku dan terasa nyeri. Anda harus mengubah posisi sesering mungkin sehingga Anda dapat melindungi sendi.

  1. Seimbangkan Aktivitas dan Istirahat

Ketika tubuh Anda memberi sinyal bahwa aktivitas sudah cukup misalnya sudah merasa nyeri, jadwalkan periode istirahat. Dengan menyeimbangkan aktivitas dan istirahat, Anda akan dapat melakukan aktivitas yang lebih banyak, meskipun mungkin membutuhkan waktu lebih lama.

  1. Hindari Periode Imobilitas Berkepanjangan

Ketidakaktifan dan imobilitas yang berkepanjangan akan menyebabkan kekakuan dan peningkatan rasa sakit. Latihan lingkup gerak sendi harus dilakukan setiap hari. Setiap sendi harus dilatih dengan menekuk dan meregangkannya.

  1. Kurangi Kelebihan Berat Badan

Berat badan ekstra menambah tekanan pada sendi yang menahan berat badan. Dengan menurunkan berat badan dan kemudian mempertahankan berat badan ideal, akan melindungi sendi dari kerusakan.

  1. Sederhanakan, Rencanakan dan Atur Aktivitas

Gunakan otot dan persendian Anda dengan lebih efisien. Dengan merencanakan dan mengatur pekerjaan atau kegiatan apa pun, menyebabkan energi yang dikeluarkan saat aktivitas bisa dihemat dan dapat mengurangi tekanan pada sendi.

  1. Lakukan Olahraga Teratur

Meskipun Anda memiliki berat badan ideal, Anda harus tetap aktif secara fisik. Sebanyak sepertiga pasien artritis tidak berolahraga karena berpikir bahwa mereka tidak bisa berolahraga atau percaya bahwa olahraga akan memperburuk gejala radang sendinya. Pada kenyataannya, olahraga membantu menjaga fungsi sendi, kekuatan tulang dan kekuatan otot. Selain membantu dalam manajemen berat badan, olahraga juga meningkatkan kualitas tidur dan suasana hati. Olahraga seperti tai chi mudah dilakukan pada sendi dan membantu menjaga keseimbangan dan fleksibilitas. Berjalan, bersepeda, dan berenang adalah pilihan yang bagus. Latihan di kolam renang dapat dilakukan pada keadaan nyeri.

 

Referensi:

  1. Hamijoyo L. Pengapuran Sendi atau Osteoartritis. Diakses tanggal 1 Mei 2020. Tersedia dari: https://reumatologi.or.id/reujurtail?id=22
  2. American College of Rheumatology. Osteoarthritis. Diakses tanggal 1 Mei 2020. Tersedia dari: https://www.rheumatology.org/I-Am-A/Patient-Caregiver/Diseases-Conditions/Osteoarthritis
  3. Physiopedia. Joint Protection Principles. Diakses tanggal 1 Mei 2020. Tersedia dari: https://www.physio-pedia.com/Joint_Protection_Principles
  4. Eustice C. Joint Protection Advice for People with Arthritis. Diakses tanggal 1 Mei 2020. Tersedia dari: https://www.verywellhealth.com/joint-protection-advice-for-people-with-arthritis-2552033
  5. Eustice C. Living with Arthritis. Diakses tanggal 1 Mei 2020. Tersedia dari: https://www.verywellhealth.com/living-with-arthritis-190426
  6. Whalen S. 4 Essential Ways Body Mechanics Can Protect Joints. Diakses tanggal 1 Mei 2020. Tersedia dari: https://www.flexogenix.com/blog/4-essential-ways-body-mechanics-can-protect-joints

 

 

Comments are closed.