Selama libur lebaran, RSUP dr. Hasan Sadikin Bandung sebagai rumah sakit top referral Jawa Barat tetap memberikan pelayanan rawat jalan dengan membuka Poliklinik Siaga. Poliklinik Siaga dibuka mulai Senin-Jumat 5-9 Agustus 2013. Sementara itu, untuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) akan terus memberikan pelayanan selama 24 jam dengan menyediakan dokter spesialis seperti spesialis kandungan, bedah, anak, penyakit dalam, dan anestesi. Semua diperuntukkan sebagai bentuk komitmen kita dalam melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya.

Dirut RSHS saat menyampaikan keterangan kepada wartawan terkait Poliklinik Siaga, di Ruang Sidang RSHS Jl. Pasteur No.38, Jumat (7/13).

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, masyarakat yang perlu mendapatkan pelayanan poliklinik, dapat datang ke Poli Siaga di hari libur lebaran, dengan jadwal pendaftaran dari pukul 7.30 – 12.00 WIB dan pelayanan sampai pukul 14.00. Poli Siaga akan tetap melayani pasien Askes, Jamkesmas, Jamkesda, dan Umum dengan mempersiapkan persyaratan terlebuh dahulu. Hal tersebut untuk efisiensi waktu.

Direktur Utama RSHS, dr Bayu Wahyudi, SPOG, MPHM, MHKES menyampaikan bahwa pada prinsipnya rumah sakit tetap menyiapkan sarana dan prasanarana. “Namun kami juga menghimbau bahwa selama hari raya, Tetap jaga keselamatan, agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.

Untuk perlu diketahui, Jawa Barat sejak tahun 2012 lalu memiliki Sistem Rujukan berjenjang dan Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu sehari-hari (SPGDT-s).  Pelaksanaan SPGDT-s mencakup empat kabupaten kota yaitu Kota Bandung, Kab. Bandung, Kota Cimahi dan Kab. Sumedang meliputi puskesmas, rumah sakit, rumah sakit rujukan kabupaten kota, rumah sakit regional dan rumah sakit rujukan provinsi dapat memberikan layanan kesehatan yang optimal sesuai fungsi dan kemampuannya.

“RSHS tidak bisa dianggap sebagai puskesmas. Kalau ada rujukan, akan tetap kami layanani Jadi, untuk kasus-kasus kegawatdaruratan yang masih bisa ditangani rumah sakit daerah kota/kabupaten, pasien dapat datang ke pelayanan kesehatan yang tersedia di daerahnya masing-masing,” tutupnya. ***

Comments are closed.

%d bloggers like this: