Candra dan Canda

Direktur Medik dan Keperawatan RSHS, Dr. Nucki Nursjamsi Hidayat dr, Sp.OT(K),M.Kes,FICS membenarkan bahwa saat ini RSHS sedang merawat bayi kembar siam Conjoined  Throakoomphalophagus asal Cilengkrang Bandung. Bayi kembar putra pasangan Wasmini dan Lili lahir ini secara sectio cesarea di RSHS pada 4 Juli 2017 lalu.  Saat ini bayi kembar yang dinamai Candra dan Canda Supriatna tersebut dirawat di Ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) RSHS.

Dalam press conference di RSHS baru-baru ini, Ketua Tim Penanganan Bayi Kembar Siam RSHS Prof Dr. H. Sjarif Hidajat Sp.A(K) mengungkapkan bahwa bayi kembar siam rujukan dari RSUD Soreang ini memiliki 2 jantung terpisah dengan rongga jantung yang lengkap. Saat ini berat badan gabungan Candra dan Canda adalah 6200 gram. Proses persalinan berjalan lancar namun ternyata kedua bayi menyatu di organ yang sangat penting sekali yaitu dada dan perut dengan posisi kepala keduanya menegadah keatas sehingga mengalami permasalahan jalan nafas.  Tim dokter telah mencoba berbagai upaya salah satunya dengan penggunaan bantal udara, namun rupanya masih belum berhasil sehingga kedua bayi sangat tergantung pada respirator sampai saat ini.  Oleh karena masalah tersebut, semua nutrisi diberikan melalui pembuluh darah vena  sehingga kedua bayi dapat tumbuh dengan baik. Hal ini terlihat dari meningkatnya berat badan dari yang saat lahir hanya 4500 gram kini menjadi 6200 gram merupakan pertanda bahwa bayi tersebut sudah diberikan nutrisi yang memadai.

Sejak dilahirkan, sudah beberapa kali dilakukan tindakan kepada kedua bayi yaitu rontgen toraks, USG Whole abnomen + cardiac, echocardiography, ultrasonografi kepala dan beberapa pemeriksaan laboratorium.  Rencana Tim, kelak akan dilakukan pemeriksaan CT-Thoraks angiografi dan barium enema pada kedua bayi. Operasi pemisahan bayi akan dilakukan saat usia mereka mendekati 1 tahun. Keputusan pemisahan baru didapat setelah ada hasil CT-Scan Angiografi.    

 Sementara itu Ny. Wasmini mengungkapkan bahwa pertama kali dirinya mengetahui bahwa anaknya akan terlahir kembar siam adalah ketika dirinya menjalani USG saat usia kehamilannya mencapai 6 bulan. Dari situ ia tahu bagaimana kondisi kedua bayinya.  Saat ditanya mengenai operasi pemisahan,  Wasmini mengungkapkan bahwa dirinya sudah menyerahkan penanganan kepada Tim dokter RSHS. “ Saya sudah pasrahkan kepada Tim Dokter, mudah-mudahan kedua anak saya bisa selamat …“ harapnya.  ***

 


Informasi selanjutnya dapat menghubungi Humas RSHS dengan no tlp (022) 255 1101 atau email ke [email protected]

                                                                                                                                                                                                                                                                                                

 

 

Comments are closed.

%d bloggers like this: