Dalam kesempatan Open Discussion yang diselenggarakan RSHS 14 Februari 2017, dr. Susi Susanah, Sp.A(K) Onk anggota tim Kanker RSHS, menyampaikan betapa saat ini semakin banyak anak yang terdeteksi kanker, khususnya di RSHS.  Leukemia menjadi jenis kanker yang terbanyak diderita oleh anak – anak. Kedua Retinoblastoma dan selanjutnya kanker kelenjar.

Mengenai pupil putih, dr Susi menjelaskan, angka kejadiannya semakin meningkat. Leukocoria (pupil putih) atau seperti “mata kucing” merupakan tanda klinis awal yang paling sering ditemukan orang tua atau orang-orang di sekitar pasien. Insidensi retinoblastoma berkisar 1:16.000 dan 1:18.000 kelahiran hidup. Penyakit ini bukan hanya mengancam penglihatan tapi juga nyawa anak.

Sebagian kasus pupil putih ditemukan antara usia 3-4 tahun dan jarang sekali ditemukan diatas usia 6 tahun. Tumor ini mungkin sudah ada sejak lahir, tetapi sering diagnosa ditegakkan pada usia 1 – 1,5 tahun.

“Fenomena di seluruh dunia, biasanya anak dengan white pupil sudah terlihat saat anak meniup lilin ulang tahun pertamanya. Saat itu mata anak terlihat putih, seperti mata kucing. Jika dibawa cepat ke dokter, nyawa, bola mata, bahkan pupil anak dengan pupil putih ini bisa diselamatkan,” Tegas dr. Susi.

“Sayangnya, dewasa ini yang terjadi adalah, ketika pasien di diagnosa kanker, orang tua tidak langsung mengobati anak ke dokter, melainkan terlebih dahulu mencoba beberapa pengobatan alternatif. Kebanyakan pasien yang telah mencoba pengobatan alternatif tetapi tidak berhasil kembali ke dokter dengan stadium yang sudah lanjut, sehingga kerusakan akibat kanker lebih besar dan pengebatannya menjadi semakin sulit,” Lanjutnya.

Di Indonesia terdapat sekitar 9.000 penderita kanker anak. Biasanya menyerang pada  anak   sejak   usia   0-5   tahun. Penyebab penyakit itu belum diketahui secara pasti. Namun beberapa literatur menyampaikan, pemicu dari pupil putih ini bisa dari faktor genetik atau pengaruh lingkungan seperti sinar radioaktid, kondisi sosial ekonomi serta infeksi virus.

Tanda kanker pada anak diantaranya kulit pucat, adanya benjolan di salah satu bagian tubuh, berat badan turun, pupil mata berubah, bengkak perut, sakit kepala terus menerus, nyeri dan bengkak tungkai.

Ancaman kanker terhadap anak memang besar, tetapi orangtua tidak usah panik, beberapa hal yang dapat dilakukan orangtua untuk melindungi anak dari kanker adalah dengan Membiasakan hidup sehat (konsumsi buah sayur, olah raga teratur, istirahat teratur dll); Pemberian ASI minimal 6 bulan sampai 2 tahun; Hindarkan zat –zat karsinogenik (pada makanan seperti pengawet, penyedap rasa, pewarna kimia. Di udara seperti asap rokok, asap kendaraan dll).

Comments are closed.

%d bloggers like this: