( Oleh : Dedeh. S.Gz )*

“ KITA ADALAH APA YANG KITA MAKAN “…Handy portion guide. Hidup sehat merupakan tujuan semua orang. Rutinitas yang sibuk sering kali menjadi alasan menunda makan, ataupun memilih menu yang sembarangan. Hal tersebut dapat memicu beragam gangguan kesehatan seperti resiko terkena penyakit degeneratif seperti jantung, hipertensi, diabetes, dan gagal ginjal. Gizi seimbang bisa kita dapatkan bila mengkonsumsi makanan dalam kadar seimbang yakni antara sumber energy, lauk pauk, sayuran dan buah, serta waktu makan yang sesuai. Pada 1950, pemahaman itu telah diterapkan dalam slogan ‘4 sehat 5 sempurna’. Lalu, bagaimana cara menerapkan gizi seimbang yang sehat?

1. Makanlah aneka ragam makanan setiap hari

2. Makan makanan untuk mencukupi kebutuhan energy, seperti karbohidrat, protein dan lemak.

3. Batasi konsumsi lemak

4. Gunakan garam beryodium untuk mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan otak melalui fungsi tiroid.

5. Konsumsi zat besi. Zat besi bisa didapat dari hati, kuning telur, daging, kacang-kacangan, dan sayuran hijau.

6. Berikan Asi. Sebaiknya diberikan hingga 2 tahun dengan jumlah yang disesuaikan.

7. Biasakan sarapan. Manfaat sarapan sangat besar, diantaranya memelihara ketahanan fisik, produktifitas kerja, dan meningkatkan konsentrasi.

8. Minum cukup air. Minumlah 6-8 gelas air putih setiap hari.

9. Olahraga teratur. Laksanakan olah raga teratur minimal 3 kali dalam seminggu dengan durasi 45-60 menit. Hindari minuman beralkohol.

10. Minum alkohol dapat menghambat proses penyerapan gizi dan menyebabkan kerusakan hati dan syaraf otak.

Tiap makanan dapat saling melengkapi dalam zat-zat gizi yang dikandungnya. Pengelompokan bahan makanan disederhanakan, yaitu didasarkan pada tiga fungsi utama zat-zat gizi, yaitu sebagai: (1) sumber energi/tenaga; (2) sumber zat pembangun; dan (3) sumber zat pengatur. Sumber energi diperlukan tubuh dalam jumlah yang lebih besar dibandingkan kebutuhan zat pembangun dan zat pengatur, sedang kebutuhan zat pengatur diperlukan dalam jumlah yang lebih besar dari pada kebutuhan zat pembangun (diambil dari Almatsier, 2002). Sumber energi diperoleh dari beras, jagung, sereal/gandum, ubi kayu, kentang dan yang semisal dengannya. Zat pengatur diperoleh dari sayur dan buah-buahan, sedang zat pembangun diperoleh dari ikan, telur, ayam, daging, susu, kacang-kacangan dan sebagainya. Kerucut dibawah ini merupakan susunan sumber makanan sesuai banyaknya porsi yang harus dimakan: GG *Staf instalasi gizi RSHS, Penanggungjawab Klinik Gizi Rawat Jalan RSHS

Comments are closed.

%d bloggers like this: