RSHS (25/01/2017). Baru-baru ini kisah tentang seorang anak yang kehilangan kedua tangannya akibat terpotong mesin penggilingan tanah batu bata, ramai diperbincangkan. Adalah Jamaludin Muhamad, anak usia 6 tahun asal Garut yang terpaksa harus kehilangan kedua tangannya karena kecelakaan di tempat orang tuanya bekerja. Melihat salah satu tangannya telah terpisah dari tubuh, dan satu tangan lagi telah terkoyak, orangtuanya langsung membawanya ke RSUD dr. Slamet Garut. Dari sana dokter segera merujuk ke RSUD Al-Ihsan, lalu dirujuk lagi di RSUP dr. Hasan Sadikin Bandung.

Sesampainya di RSHS, Jamal – begitu biasanya Jamaludin dipanggil –  dokter segera mendapatkan pertolongan pertama, dan sekitar pukul 22.00 Jamal menjalani operasi amputasi. “Saat masuk ke RSHS hari Sabtu, 21 Januari 2017, kondisi tangan kiri sudah putus dan tangan kanan sudah sangat rusak. Kami lakukan transfusi darah dan perbaikan keadaan umum, kemudian segera dilakukan operasi. Sempat terpikirkan untuk menyelamatkan tangan kanannya, namun melihat kondisi pembuluh darah dan lain-lain sudah tidak memungkinkan untuk dipertahankan. Setelah melalui operasi, kondisi ade (Jamal.red) relatif baik, saat kita sedang melakukan perawatan luka paska operasi”, Terang dr. Ghuna Arioharjo Utoyo, Sp.OT, Dokter Penanggung Jawab Pasien Jamal.

“Melihat lukanya yang besar, kemungkinan ade akan menjalani satu atau dua kali operasi lagi. Yang terdekat adalah operasi untuk menutup lukanya. Dalam hal ini kami bekerja sama dengan dokter bedah plastik,” tambahnya.

Walaupun kerusakan pada kedua lengannya termasuk luka berat, tetapi tim dokter yang terjadi dari multidisiplin akan mengupayakan yang terbaik pada Jamal. Setelah perawatan lukanya selesai, dokter psikiatri akan memeriksa kondisi psikisnya dan melakukan terapi untuk mengatasi tauma paska kecelakaan. “Setelah kondisi lukanya membaik, saya rasa yang paling penting memulihkan kondisi psikisnya. Menyiapkan mental anak agar setelah ini siap menerima kondisi kedua tangannya yang sudah tidak ada. Bukan hanya anak, orangtuanya juga perlu diedukasi” Terang dr. Ghuna.

Selanjutnya, tim dokter akan membuat tangan palsu, namun masih perlu dievaluasi apakah nanti tangan palsunya bisa berfungsi atau sebatas kosmetik. Harapan kita tentu saja semoga tangan palsunya nanti dapat berfungsi dengan baik.

Pertolongan Pertama Saat Terjadi Kecelakaan Anggota Tubuh Putus

Saat terjadi kecelakaan yang mengakibatkan anggota tubuh putus, usahakan segera menuju rumah sakit dalam masa Golden Periode. Golden Period yakni masa waktu baik mengenai klinis, faktor risiko infeksi, penyelamatan organ dan lain sebagainya. Golden period untuk permasalahan ini adalah enam jam. Jika pasien sudah mendapatkan menanganan kurang dari enam jam setelah kejadian, maka mempunyai tendensi lebih baik, ada peluang untuk diselamatkan. Tentunya dilihat dari kondisi lukanya.

Jika ada anggota tubuh yang terpotong, misalnya tangan. Tangan yang putusnya ini dimasukkan kedalam kantong plastik yang bersih, lalu potongan tubuh yang telah dibungkus plastik ini dimasukkan ke dalam es batu dalam plastik. “tetapi jangan digabung langsung dengan es-nya, takutnya nanti terendam air dan malah tidak bagus, tidak bisa direplantasi,” Tegas dr. Ghuna. Adapun bagi bagian tubuh yang luka cukup dibalut dengan kain bersih dan diikat, jangan terlalu keras.

RSHS telah menangani beberapa pasien dengan keluhan putus anggota tubuh seperti jari dan tangan. Dengan kecakapan sumber daya dan teknologi yang memadai, RSHS telah melakukan beberapa operasi penyatuan jari dan tangan hingga dapat berfungsi seperti sedia kala. Jika penanganan pertama pada kecelakaan putus anggota tubuh ini baik dan masih dalam golden periode, kemungkinan untuk dapat diselamatkan/ disatukan kembali menjadi lebih besar. (fit)

Informasi selanjutnya dapat menghubungi Subbagian Humas & Protokoler, No Tlp: 022 255 1101 atau email ke [email protected]

Comments are closed.

%d bloggers like this: