Dukung Ibu Menyusui dan Bekerja

Angka Pemberian ASI Ekslusif dari Ibu ke anak di Indonesia terbilang masih belum memuaskan. Berdasarkan data,  tercatat bahwa saat ini jumlah ibu di Indonesia yang memberikan ASI ekslusif pada anaknya baru sekitar 60%. Adapun tiga provinsi peringkat nasional teratas pemberian ASI di Indonesia adalah provinsi Nusa Tenggara Barat, Sumatera Selatan dan Nusa Tenggara Tengah.

Hal tersebut dikatakan Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia ( IDAI ) Indonesia  Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan Sp.A (K) dalam Peringatan Pekan ASI Sedunia di Jakarta Selasa, 18 Agustus 2015 lalu. Mengangkat tema “Menyusui dan Bekerja, Ayo Dukung”, peringatan ini sekaligus bentuk dukungan pemerintah terhadap wanita Indonesia yang bekerja namun juga mempunyai tanggung jawab untuk menyusui anak-anak mereka. Acara ini yang digelar melalui siaran teleconference di 7 kota di Indonesia yaitu di Gedung Telkom (Jakarta), RSHS (Bandung), RS. Sanglah (Bali), RS. Adam Malik (Medan) , RS. Sardjito (Jogyakarta), RS. Sari Asih (Banten) , dan RS. Dr. Soetomo (Surabaya).

Lebih jauh Aman mengungkapkan bahwa seperti yang diamanatkan dalam Pasal 128 UU No. 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan, setiap bayi berhak mendapatkan Air Susu Ibu ekslusif sejak dilahirkan selama 6 (enam) bulan, kecuali atas indikasi medis. Dalam pasal tersebut juga disebutkan bahwa pihak keluarga, pemerintah dan masyarakat harus mendukung penuh Ibu untuk menyusui. ASI adalah cairan terbaik bagi bayi yang mengandung hormon-hormon yang tidak bisa digantikan oleh minuman apapun di dunia ini. Melalui ASI, bayi  mendapatkan kolostrum yang banyak mengandung antibodi untuk  melindungi bayi terhadap penyakit infeksi. Karena ASI dapat menurunkan angka kesakitan dan angka kematian, maka  Millenium Development Goals  (MDGs) kita juga akan ikut meningkat.

Komitmen ini juga didukung oleh Menko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani yang juga turut hadir dalam kesempatan ini.  Dalam sambutannya, Puan mengatakan bahwa gerakan “Ayo Menyusui” ini harus selalu dibangkitkan karena momen menyusui adalah upaya untuk meningkatkan bonding antara ibu dan anak yang tidak dapat dilupakan seumur hidup. Menyusui itu adalah suatu anugerah dari Tuhan, oleh karena itu modernisasi dan mobilisasi yang tinggi hendaknya tidak mengganggu pemberian ASI dari ibu kepada anaknya. Melihat perkembangan di Indonesia dimana kini banyak terdapat ibu-ibu yang bekerja, hendaknya tidak menghalangi ibu-ibu tersebut untuk bisa menyusui anaknya. Setiap Instansi diharapkan menyediakan nursery room ( Pojok ASI ) dan Penititipan Anak ( daycare ) untuk ibu-ibu yang menyusui. Karena dengan menyusui, bayi menjadi sehat dan investasi kerja pun semakin lebih baik.

Teleconference ini merupakan bagian dari acara Seminar Media dalam rangka Pekan ASI Sedunia yang biasa jatuh pada 1-7 Agustus 2015. Hadir dalam acara ini Menko PMK Puan Maharani, Dirjen Bina Gizi Kementerian Kesehatan RI, Ketua dan Sesepuh Ikatan Dokter Anak Indonesia ( IDAI ), Satgas serta aktivis dan pejuang ASI.

Ketua IDAI Jawa Barat, dr. Aris Permadi, Sp.A menyambut baik peringatan pekan ASI ini. Aris yang juga merupakan dokter spesialis anak RSHS ini juga menekankan kembali pentingnya pemberian ASI untuk anak.

Dewasa ini metode pemberian ASI semakin praktis. Apalagi dengan tersedianya alat-alat pendukung menyusui seperti  Breastpump manual/electric, Botol & kantong ASI, Warmer, sterilizer, cooler bag, feeder, dsb, sekarang banyak ibu yang bisa memberikan ASI kapan pun dimanapun. Ada banyak hal yang harus diperhatikan oleh para ibu yang mau menyusui, mulai dari fasilitas dan tempat menyusui, Alat-alat pendukung menyusui hingga tata cara penyimpanan ASI yang benar.   Namun sayang, berdasarkan survei yang telah dilakukan oleh satgas ASI,ternyata hanya sekitar 19% ibu yang menyusui di tempat yang higienis.   Tak hanya itu, penyimpanan ASI yang benar juga  harus diperhatikan. Jangan sampai manfaat ASI akan berkurang karena penyimpanan yang tidak benar mengingat kandungan dalam ASI sangatlah istimewa. ASI mengandung zat gizi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan anak. ASI mengandung zat anti infeksi terutama untuk infeksi saluran pencernaan. Selain itu, ASI mengandung zat kekebalan tubuh sehingga bayi tidak mudah sakit.

Selain  faktor higienitas, berikut tips pemberian ASI untuk ibu yang bekerja :

  • bagi ibu yang bekerja, waktu menyusui benar-benar harus dioptimalkan. Untuk menyiasati terbatasnya waktu menyusui, ibu dapat menyusui bayi lebih sering dari biasa apabila sedang berada di rumah dan lebih sering lagi pada malam hari
  • sering-seringlah berlatih mengeluarkan ASI dengan tangan selama beberapa minggu sebelum anda kembali bekerja
  • banyak istirahat setelah bekerja maupun di hari libur
  • apabila memerlukan pengasuh bayi, carilah yang bersifat keibuan, penuh kasih sayang, dewasa dan dapat dipercaya

 

 

 

 

 

Comments are closed.

%d bloggers like this: